Monday, July 2, 2012

GUDANG FARMASI, RUANG PRODUKSI DAN STERILISASI

PENDAHULUAN

Instalasi farmasi rumah sakit adalah bagian yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan perbekalan farmasi. Dalam melaksanakan tugasnya, IFRS dapat dibagi ke dalam dua fungsi yaitu fungsi klinik dan non klinik. Fungsi klinik adalah fungsi yang secara langsung dilakukan sebagai bagian yang terpadu dari perawatan penderita atau memerlukan interaksi dengan professional kesehatan lain yang secara langsung terlibat dalam pelayanan penderita. Sedangkan fungsi non klinik biasanya tidak secara langsung dilakukan sebagai bagian yang terpadu dalam pelayanan penderita meliputi fungsi manajerial.

Salah satu fungsi non klinik farmasi yang dilaksanakan di Instalasi farmasi di RSSN adalah sterilisasi, produksi dan gudang farmasi. Kegiatan sterilisasi alkes dan lainnya di RSSN, berada di bawah tanggung jawab instalasi farmasi. Di bagian ini dilakukan sterilisasi terhadap alat kesehatan, pembuatan aquadest, NaCl 0,9 % dengan menggunakan peralatan yang menunjang pelaksanaannya. Untuk sterilisasi digunakan autoclave, untuk pembuatan aquadest digunakan alat destilasi. Sedangkan pembuatan NaCl 0,9 % di buat dengan menggunakan larutan aquadest. Kegiatan produksi dilakukan untuk obat yang diracik atau recentus parantus.

Kegiatan farmasi digudang meliputi perencanaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pelaporan. Gudang juga berada di bawah instalasi farmasi yang di kepalai oleh seorang apoteker.

I. Sterilisasi

Prosedur tetap pelaksanaan sterilisasi meliputi:

A. Prosedur tetap pemakaian alat automatic autoclave(S-2D)

STERILISASI:

1. Buka penutup (lid) dan isi 1,5 liter ke dalam bejana, masukkan alat/benda yang di ingin disterilakan ke dalam bejana. Tutup penutup(lid) kemudian kunci dengan memutar handle yang kencang

2. Aturlah waktu yang di inginkan pada timer, atur tombol pemilihan STR/DRY pada posisi “STR”

3. Tekan tombol utama “ON”(tombol hitam). Lampu hijau akan menyala dan mengindikasikan bahwa heater sedang bekerja

4. Katup evaluasi udara secara otomatis tertutup setelah udara menguap (evaluasi)

5. Tekanan akan naik sampi 1.2 kg/cm, system control tekanan akan mengatur secara otomatis (temperature 1210C-1230C)

6. Timer mulai bekerja setelah tekanan yang di atur tercapai, tandanya lampu merah menyala

7. Setelah sterilisasi berakhir buzzer akan berbunyi. Dari supply PLN akan terputus ( lampu hijau atau merah padam) kemudian buka katup pembuangan uap

8. Pastikan tidak ada tekanan lagi atau pressure gauge dalam kondisi “0” saat penutup bejana di buka , tekan tombol utama “OFF”

PENGERINGAN

1. Buka katup pembuangan air setelah proses sterilisasi selesai

2. Pindahkan posisi tombol pemilihan STR/DRY ke “DRY” atur waktu 30-60 menit(lampu merah dan orange Akan menyala)

3. Buzzer bunyi setelah proses sterilisasi

4. Matikan tombol power ke “OFF”

5. Buka bejana

B. Prosedur tetap pemakaian alat autoclave Horizonatal everlight

1. Buka katup A, C, D, E, F dan tuutp katup B

2. Masukkan air melalui corong W (katup A) sampi 90% gelas terisi

3. Tutp katup A, C, D, E, F serta katup bagian atas dan bawah gelas di buka

4. Hidupkan aliran listrik

5. Jika H meter menunjukkan tekanan antara 1,2-1,4 Kg/cm, buka katup C

6. Jika G meter menunjukkan tekanan antara 1,2-1,4 kg/cm, buka katup F(buka sedikit dan pertahankan supaya tekanan pada meter H dan G tetap antara 1,2-1,4 kg/cm) dan sushu 1210C

7. Jika tekanan dan suhu sudah tetap, maka atur timer selama 45 menit(proses sterilisasi)

8. Setelah 45 menit, tuutp katup C, F dan buka katup E

9. Jika tekanan pada gambar meter sudah menunjukkan 0, atur timer selama 30 menit(proses pengeringan)

10. Setelah 30 menit matikan aliran listrik, buak katup D sampai tekanan pada meter H dan G nol, kemudian buak pintu alat.

C. Prosedur tetap pemakaian alat autoclave Jericho JE-356

1. Buka kran exhaust, kran sterilizing dan kran air masuk, isi autoclave dengan air aquadest sampai ketanda hijau di tabung kaca

2. Masukkan alat-alat yang akan disterilkan ke dalam autoclave, kemudian pintu chamber autoclave ditutup dan dikunci

3. Tutup semua kran

4. Stel timer sesuai keperluan (missal 30 menit), kemudian tombol power di hidupkan

5. Jika tekanan meter pada jaket menunjukkan tekanan 1,2 kg/cm, bukalah kran sterilizing

6. Jika tekanan meter chamber mencapai 1,2 kg/cm dan suhu 1210C, hidupkan tombol timer (missal 30 menit), buzzer/bel akan berbunyi bila tahap sterilisasi telah selesai

7. Tututplah kran sterilizing, bukalah kran drying dank ran exhaust, stel timer untuk pengeringan (missal 30 atau 45 menit), buzzer/bel akan berbunyi jika tahap pengeringan selesai.

WAKTU DAN SUHU STERILISASI

Bahan yang disterilkan

Waktu yang diperlukan untuk sterilisasi 1,2 kg/cm dan suhu 1210C

Waktu pengeringan

Bahan yang perlu pengeringan:

Gauzze, linen, cotton

30 menit

30 s/d 45 menit

Bahan yang hanya perlu disterilkan saja:

Logam, instrument gelas

20 menit

II. Pembuatan aquadest

Pembuatan dengan cara destilasi dengan menggunakan alat destilator.

III. Pembuatan NaCL 0,9 %

Larutan NaCl 0,9 % artinya dalam tiap 100 ml larutan terdapat 0,9 % gram NaCl

Contoh :

Buatlah larutan NaCl 0,9 % sebanyak 4 liter menggunakan erlenmeyer 1 liter

Penyelesaian :

· Dalam 4 liter larutan 0,9 % NaCl terdapat NaCl sebanyak :

NaCl (g) : 0,9 x

Air ad (ml) : 100 4000

NaCl dalam 4 liter = 0,9x4000

100

= 36 gram

· clip_image005clip_image006Buat larutan induk NaCl 36 g NaCl larutkan dalam 400 ml NaCl 9%

· Encerkan larutan dengan cara : ambil 100 ml larutan induk NaCl tambahkan aquadest sampai 1000 ml

· Lakukan proses sterilisasi menggunakan autoclave vertical.

clip_image008clip_image009

clip_image011

clip_image012Label autoclave tape control

Protap autoclave tape control:

Setelah dibungkus dengan kain kasa, setiap alat kesehatan yang telah disterilisasi, ditempelkan autoclave tape control yang memiliki garis-garis putih dan diberi tanggal saat dilakukan sterilisasi. Autoclave control ini akan memperlihatkan warna hitam pada garis putih itu jika telah mencapai kadaluarsa (setelah proses sterilisasi).

IV. Produksi farmasi

Kegiatan produksi farmasi berada di bawah instalasi farmasi yg dikepalai oleh seorang apoteker. Produksi obat dilaksanakan jika ada permintaan dari dokter, apotek rawat inap dan apotek rawat jalan untuk persediaan obat dalam bentuk racikan.

Formula yang dibuat dalam ruang produksi RSUP/RSSN Bukittinggi adalah:

1. Obat penenang

2. Obat asma

3. Puyer

4. OBH

Komposisi masing-masing obat

1. Komposisi kapsul ASC (obat penenang)

No.

Nama obat

1 bungkus

10 bungkus

1.

Amitriptyline 25 mg

Stelazin 5 mg

Clobazam 10 mg

5 mg

0,25 mg

5 mg

2 tablet

0,5 tablet

5 tablet

2.

Amitriptyline 25 mg

Stelazine 5 mg

Clobazam 10 mg

10 mg

0,25 mg

5 mg

4 tablet

0,5 tablet

5 tablet

2. Komposisi kapsul AC (obat penenang)

Nama Obat

1 bungkus

10 bungkus

Amitriptyline 25 mg

Carbamazepine 200 mg

5 mg

100 mg

2 tablet

5 tablet

3. Komposisi kapsul AEL (obat asma)

Nama Obat

1 bungkus

10 bungkus

100 bungkus

Aminofiline

Luminal tab

CTM tab 4 mg

Efedrin tab

Prednisone

150 mg

10 mg

2 mg

12,5 mg

2 mg

7,5tab

1 tab/100 mg

5 tab

5 tab

4 tab

75 tab

10 tab/100 mg

50 tab

50 tab

40 tab

4. Komposisi racikan puyer

Nama puyer

Nama obat

1 bungkus

10 bungkus

100 bungkus

Pulvis influenza I (PI I)

Parasetamol tab

Luminal tab

CTM

40 mg

5 mg

0,5 mg

0,8 tab

1,7 tab/30 mg (0,5 tab/100 mg)

1,25 tab

8 tab

17 tab/30 mg (5 tab/100 mg)

12,5 tab

Pulvis influenza II (PI II)

Parasetamol tab

Luminal tab

CTM

Efedrin tab

75 mg

10 mg

0,5 mg

1 mg

1,5 tab

3,3 tab/30 mg (1 tab/100 mg)

1,25 tab

0,4 tab

15 tab

33 tab/30 mg (10 tab/100 mg)

12,5 tab

4 tab

Pulvis influenza III (PI III)

Parasetamol tab

Luminal tab

CTM

Efedrin tab

125 mg

12,5 mg

1 mg

3 mg

2,5 tab

4,2 tab/30 mg (1,25 tab/100 mg)

2,5 tab

1,2 tab

25 tab

42 tab/30 mg (12,5 tab/100 mg)

25 tab

12 tab

Pulvis influenza IV (PI IV)

Parasetamol tab

Luminal tab

CTM

Efedrin tab

250 mg

15 mg

1,5 mg

5 mg

5 tab

5 tab/30 mg (1,5 tab/100 mg)

3,75 tab

2 tab

50 tab

50 tab/30 mg (15 tab/100 mg)

37,5 tab

20 tab

5. Komposisi OBH (obat batuk)

Nama obat

20 botol

100 botol

Succus

Ammonium chloride

Sasa

50 g

30 g

30 ml

250 g

150 g

150 ml

Dalam hal ini, hieginitas produksi memang benar-benar harus diperhatikan sehingga kualitas obat yang diterima pasien tetap memiliki mutu yang baik. Pada pelaksanaan dilapangan terdapat kekurangan yaitu pada personal yang melakukan kegiatan produksi. Seharusnya personal yang berada di ruang produksi haruslah mengenakan pakaian lengkap seperti jas khusus produksi/jas laboratorium, penutup kepala, dan masker. Hal ini tidak ditemui di ruang produksi RSUP/RSSN Bukittinggi.

V. Gudang

Kegiatan di gudang merupakan salah satu rangkaian pengelolaan perbekalan farmasi di Rumah sakit yang dilakukan oleh instalasi farmasi. Adapun cakupan pengelolaan perbekalan farmasi di rumah sakit meliputi : perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemberian obat, pengendalian, penghapusan, pelaporan dan evaluasi

1. Perencanaan

Perencanaan perbekalan farmasi adalah salah satu fungsi yang menentukan dalam proses pengadaan pebekalan farmasi di rumah sakit.

Tujuan perbekalan farmasi untuk menetapkan jenis dan jumlah perbekalan farmasi sesuai dengan pola penyakit dan kebutuhan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Ø Tahapan perencanaan kebutuhan perbekalan farmasi meliputi:

1. Pemilihan

Fungsi pemilihan adalah untuk menentukan apakah perbekalan farmasi benar-benar di perlukan sesuai dengan jumlah pasien/kunjungan dan pola penyakit dirumah sakit.

Kriteria pemillihan kebutuhan obat yang baik meliputi:

a. Jenis obat yang dipilih seminimal mungkin dengan cara menghindari kesamaan jenis

b. Hindari penggunaan obat kombinasi, kecuali jika obat kombinasi mempunyai efek yang lebih baik di banding obat tunggal

c. Apabila jenis obat banyak, maka kita memilih berdasarkan obat pilihan

(drug of choice) dari penyakit yang prevalensinya tinggi

Pemilihan obat di Rumah Sakit Stroke Nasional merujuk kepada Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN) sesuai dengan kelas type B yang di dapat oleh rumah sakit ini, Formularium RS, Formularium jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, Daftar Plafon Harga Obat(DPHO) Askes dan jaminan social Tenaga Kerja (Jamsostek). Sedangkan pemilihan alat kesehatan di rumah sakit ini berdasarkan dari data pemakaian oleh pemakai, standar ISO, daftar harga alat, daftar alat kesehatan yang dikeluarkan oleh Dirjen Binfar dan Alkes, serta spesifikasi yang ditetapkan oleh rumah sakit.

2. Kompilasi penggunaan

Kompilasi penggunaan perbekalan farmasi berfungsi untuk mengetahui penggunaan bulanan masing-masing jenis perbekalan farmasi di unit pelayanan selama setahun dan sebagai data pembanding bagi stok optimum. Dan rumah sakit stroke nasional untuk mengetahui penggunaan bulanan berdasarkan dari laporan bulanan yang dibuat masing-masing ruang gudang, ruang produksi dan steril.

Informasi yang didapat dari kompilasi penggunaan perbekalan farmasi adalah:

a. Jumlah penggunaan tiap jenis perbekalan farmasi pada masing-masing unit pelayanan

b. Persentase penggunaan tiap jenis perbekalan farmasi terhadap total penggunaan setahun seluruh unit pelayanan

c. Penggunaan rata-rata untuk setiap jenis perbekalan farmasi

3. Perhitungan kebutuhan

Pendekatan perencanaan kebutuhan dapat dilakukan melalui beberapa metoda:

a. Metoda konsumsi

Perhitungan kebutuhan dengan metode konsumsi didasarkan pada riel konsumsi perbekalan farmasi periode yang lalu, dengan berbagai penyesuaian dan koreksi. Untuk rumah sakit stroke nasional mengunakan metode konsumsi.

Ada 9 langkah untuk menentukan metoda konsumsi:

1. Menentukan pemakain nyata dalam 1 tahun

Rumus: (stok awal tahun+ jumlah pemasukan obat) – (sisa stok+ obat yang kadaluarsa/hilang)

2. Menentukan pemakaian rata-rata

3. Menghitung kekurangan obat

Rumus: pemakaian nyata

Bulan selama obat itu ada

4. Menentukan kebutuhan obat

5. Menghitung kebutuhan obat untuk tahun yang akan datang

6. Menghitung kebutuhan waktu tunggu

7. Menentukan buffer stok

8. Menentukan jumlah obat

9. Menentukan jumlah obat yang di sediakan

b. Metoda morbiditas/epidemiologi

Metode epidemiologi merupakan salah satu metode perencanaan berdasarkan pola kunjungan kasus penyakit.

Langkah-langkahnya adalah :

1. Menghitung jumlah masing-masing obat untuk tiap satu penyakit

2. Menghitung kebutuhan obat tiap-tiap penyakit untuk satu tahun. Untuk satu jenis obat yang digunakan untuk berbagai macam penyakit maka dihitung kebutuhan untuk masing-masing penyakitnya. Jika ada satu penyakit yang menggunakan dua atau lebih jenis obat, maka ditentukan persentase masing-masing penggunaannya.

3. Menghitung kebutuhan obat untuk tahun yang akan datang

4. Menghitung kebutuhan waktu tunggu

5. Menentukan buffer stok

6. Menentukan jumlah obat

7. Menentukan jumlah obat yang di sediakan

Di RSUP/RSSN Bukittinggi proses perencanaan dilakukan oleh panitia perencaan yang ditunjuk oleh instalasi farmasi dan dilakukan satu kali dalam setahun dengan menggunakan metode konsumsi.

2. Pengadaan

Pengadaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan obat di rumah sakit yang telah direncanakan dan disetujui.

Tujuan pengadaan adalah : mendapatkan perbekalan farmasi dengan harga yang layak, dengan mutu yang baik, pengiriman yang tepat waktu, proses berjalan lanca dan tidak butuh tenaga dan waktu berlebih.

Di RSUP/RSSN Bukittinggi, system yang digunakan adalah penunjukkan langsung karena pembelian yang sedikit untuk masing-maisng item obat. Hal ini disebabkan karena acuan standar formularium yang tidak spesifik sehingga tiap dokter bisa meminta obat-obat yang diinginkannya.

Kemudian kegiatan selanjutnya yang dilakukan oleh bagian gudang RSUP/RSSN Bukittinggi adalah :

- Penerimaan barang

- Pencatatan

- Penyimpanan

- Distribusi

- Pelaporan

Penerimaan barang :

Barang diterima oleh panitia penerima dan panitia penerima melakukan pemeriksaan apakah sesuai dengan pemesanan, memeriksa tanggal expire date, jumlah, adakah kerusakan atau tidak.

Jika barang sudah dinyatakan sesuai maka barang akan masuk gudang dengan pencantuman tanda terima.

Untuk obat-obat ASKES, barang langsung dibawa ke gudang dengan menyertai fakturnya.

Jika barang tidak sesuai atau mengalami kerusakan ataupun tanggal expire date terlalu dekat maka dilakukan retur

Pencatatan :

Pencatatan dilakukan di buku Barang Masuk dan dicatat dikartu stok. Pencatatan juga dilakukan dengan menggunakan system komputerisasi.

Penyimpanan :

Penyimpanan dilakukan pada gudang dengan mengelompokkan obat-obat berdasarkan jenisnya. Obat tablet diletakkan bersamaan dengan obat-obat tablet. Begitu juga halnya obat-obatan dalam bentuk larutan dan injeksi serta alat-alat kesehatan. Penyusunan obat-obatan hendaklah berdasarkan alphabet. Namun, hal ini tidak ditemui di gudang RSSN Bukittinggi.

Distribusi :

System pengeluaran obat-obatan dilakukan berdasarkan FIFO (first in first out). Pengeluaran barang ditulis di daftar mutasi barang dan dilakukan pencatatan di kartu stok dan secara komputerisasi.

Pelaporan :

Pelaporan dilakukan setiap bulan yang dibuat oleh kepala gudang dan disetujui oleh apoteker.

VI. Lampiran

1. Autoclave

clip_image014

clip_image016

2. Destilator

clip_image018

3. NaCl 0,9 %

clip_image020

4. Contoh surat pemesanan

a. PSikotropika

clip_image022

b. ASKES

clip_image024

c. Obat Reguler

clip_image026

3. Contoh kartu Stok

clip_image028

4. Contoh kartu mutasi

clip_image030

clip_image031

Perhitungan Jumlah Obat Yang Akan Dianggarkan :

a : pemakaian satu tahun

b : Pemakaian rata-rata per bulan

c : kekurangan obat

d : kebutuhan obat sesungguhnya (real)

e : kebutuhan obat yang akan datang

f : Lead time (waktu tunggu)

g : buffer stok

h : jumlah obat yang akan diprogramkan

I : jumlah obat yang akan dianggarkan

Rumusnya :

a = (stok awal tahun + jumlah obat masuk)- (sisa stok akhir tahun + jumlah obat yang rusak/kadaluarsa)

b = (pemakaian satu tahun/ jumlah bulan obat terpakai) atau a/jmlh bulan

c = pemakaian rata-rata perbulan x waktu kosong

d = a + c

e = d + (d x 10 %) 10% perkiraan kenaikan kunjungan

f = b x waktu tunggu (lead time)

g = buffer stok

h = e+f+g

i = h - sisa stok

Nb : Lead time = 3 bulan

Buffer stok untuk lead time 3 bulan = 5 minggu = 1,25 bulan.

Asering 500 cc inf

Bulan

Awal

Masuk

Keluar

Sisa

Jan

0

600

400

200

Feb

200

200

340

60

Mar

60

400

140

320

Apr

320

1280

1520

80

Mei

80

200

160

120

Jun

120

0

120

0

Jul

0

300

220

80

Agt

80

400

240

240

Sep

240

0

180

60

Okt

60

0

0

60

Nov

60

0

20

40

Des

40

40

0

80

Total

3420

3340

waktu kosong = 2 bulan

a = (0+3420) - (80+0) = 3340

b = 3340/10 bln = 334/bln

c = 334 x 2 = 668

d = 3340 + 668 = 4008

e = 4008 + (10% x 4008) = 4408,8

f = 334/bln x 3 bln = 1002

g = 1,25 x 334 = 417,5

h = 4408,8+1002+417,5= 5828,3

i = 5828,3 - 80= 5748,3

Brainact 500 mg tab

Bulan

Awal

Masuk

Keluar

Sisa

Jan

0

1800

1800

0

Feb

0

1500

1500

0

Mar

0

600

600

0

Apr

0

1200

1200

0

Mei

0

600

600

0

Jun

0

1050

1050

0

Jul

0

1050

1050

0

Agt

0

600

600

0

Sep

0

600

600

0

Okt

0

300

300

0

Nov

0

300

300

0

Des

0

750

750

0

Total

10350

10350

waktu kosong = 0 bulan

a= (0+10.350)-(0+0) = 10.350 tab

b = 10.350/12 bln = 862,5/bln

c = 0

d = 10.350 tab

e = 10.350 + (10% x 10.350) = 11.385 tab

f = 1,25 bln x 862,5/bln = 1078,125

g = 3 bln x 862,5 = 2587,5 tab

h = 11.385+1078,125+2587,5 = 15050,625 tab

i = 15050,625 tab

Divask 5 mg tab

Bulan

Awal

Masuk

Keluar

Sisa

Jan

0

600

400

200

Feb

0

200

340

60

Mar

0

400

140

320

Apr

0

1280

1520

80

Mei

0

200

160

120

Jun

0

0

120

0

Jul

0

300

220

80

Agt

0

400

240

240

Sep

0

0

180

60

Okt

0

0

0

60

Nov

0

0

20

40

Des

0

40

0

80

Total

3420

3340

waktu kosong : 2 bulan

a= (0 + 3420) - (80 + 0) = 3340

b= 3340 tab/10 bln = 334 tab/bln

c= 2 bln x 334/bln = 668 tab

d= 3340 + 668 =4008

e= 4008 + (10% x 4008) = 4408,8

f= 334/bln x 3 bln =1002 tab

g= 1,25 bln x 334 = 417,5

h= 4408,8 + 1002 + 417,5 = 5828,3 tab

i= 5828,3 - 80 = 5748,3 tab

KA-EN 1B inf

Bulan

Awal

Masuk

Keluar

Sisa

Jan

120

0

40

80

Feb

0

40

120

0

Mar

0

0

0

0

Apr

0

0

0

0

Mei

0

200

140

60

Jun

60

0

0

60

Jul

60

100

140

20

Agt

20

300

140

180

Sep

180

0

120

60

Okt

60

0

0

60

Nov

60

0

40

20

Des

20

0

0

20

Total

640

740

waktu kosong : 3 bulan

a= (120+640) - (20+0) = 740

b= 740 /7 bln = 105,714 /bln

c = 105,714/bln x 5 bln = 528,57

d = 740 + 528,57 = 1268,57

e = 1268,57 + (10% x 1268,57) = 1395,427

f = 105,714/bln x 3 bln = 317,142

g = 1,25 bln x 105,714 /bln = 132,1425

h = 1395,427 + 317,142 + 132,1425 = 1844,7115

i = 1844,7115 - 20 = 1824,7115

Otsu NaCl 3%

Bulan

Awal

Masuk

Keluar

Sisa

Jan

180

60

0

240

Feb

240

40

20

260

Mar

260

0

100

160

Apr

160

80

140

100

Mei

100

0

80

20

Jun

20

0

20

0

Jul

0

120

80

40

Agt

40

100

60

80

Sep

80

0

60

20

Okt

20

0

0

20

Nov

20

100

40

80

Des

80

0

80

0

Total

500

680

a= (180+500)-(0) = 680

b= 680 /11 bln = 61,8182/bln

c= 61,8182 x 1 bln = 61,8182

d=680 + 61,8182 = 741,8182

e= 741,8182 + (10% x 741,8182) = 816,00002

f= 61,8182/bln x 3 bln =185,4546

g= 1,25 bln x 61,8182 = 77,27275 tab

h= 816,00002 + 185,4546 + 77,27275 = 1078,72737 tab

i= 1078,72737 - 0 = 1078,72737

Soholin 500 mg tab

Bulan

Awal

Masuk

Keluar

Sisa

Jan

0

300

300

0

Feb

0

600

600

0

Mar

0

900

900

0

Apr

0

900

900

0

Mei

0

0

0

0

Jun

0

0

0

0

Jul

0

300

300

0

Agt

0

450

450

0

Sep

0

0

0

0

Okt

0

300

300

0

Nov

0

300

300

0

Des

0

300

300

0

Total

4350

4350

waktu kosong : 3 bulan

a= 4350

b= 4350/9 bln = 483,33 tab/bln

c= 483,33 x 3 bln = 1450

d= 4350 + 1450 = 5800 tab

e= 5800 + (10% x 5800) = 6380 tab

f= 483,33 tab/bln x 3 bln = 1450 tab

g= 1,25 bln x 483,33/bln = 604,1625 tab

h= 6380 + 1450 + 604,1625 = 8434,1625 tab

i= 8434,1625 - 0 = 8434,1625 tab

Tilidon 10 mg tab

Bulan

Awal

Masuk

Keluar

Sisa

Jan

0

450

450

0

Feb

0

900

900

0

Mar

0

1200

1200

0

Apr

0

1050

1050

0

Mei

0

750

750

0

Jun

0

1290

1290

0

Jul

0

600

600

0

Agt

0

900

900

0

Sep

0

300

300

0

Okt

0

900

900

0

Nov

0

600

600

0

Des

0

1200

1200

0

Total

10140

10140

a= 10140 tab

b= 10140 tab /12 bln = 845 tab/bln

c= 0

d= 10140

e= 10140 + (10% x 10140) = 11154 tab

f= 845 tab/bln x 3 bln = 2535 tab

g= 1,25 bln x 845 tab/bln = 1056,25 tab

h= 11154 + 2535 + 1056,25 = 14745,25 tab

i= 14745,25 - 0= 14745,25 tab

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

download live journal and ebook pharmacy - pharmaceutical care

Share It